Artikel

Yayasan Pendidikan Informatika Ajak Pelajar Thailand Kenali Budaya dan Sistem Pendidikan di Banten

    Dibaca 77 kali pendidikan smk serang serang kota serang banten sekolah

SERANG – Yayasan Pendidikan Informatika(YPI) mengajak sejumlah pelajar dan guru sekolah negeri Thailand Matthayom Watnairong School untuk mengenali sistem pendidikan dan kebudayaan di Provinsi Banten. Hal itu terungkap saat YPI menerima kedatangan para pelajar dan guru sekolah Matthayom Watnairong Thailand di halaman sekolah Informatika Kota Serang, Senin(4/11/2019).

Kepala SMK Informatika Kota Serang Anizir Ali Murid mengatakan ini merupakan agenda program sister school antara YPI dan sekolah negeri Thailand Matthayom Watnairong. Selama tiga hari mereka akan mempelajari kurikulum pendidikan di YPI dan kebudayaan Banten.

“Kami ingin membiasakan pola hidup pelajar dan guru agar bisa seperti sekolah di negara-negara Asia yang maju. Kita akan dorong budayanya dan pendidikannya sehingga kita mampu belajar bertetangga dan menyatu dalam Asia Komuniti,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pertukaran pelajar sejak 2018 ini mampu meningkatkan kualitas SDM pelajar dan guru di Banten terutama di YPI. “Kami ingin kemampuan berkomunikasi para pelajar dan guru bisa lebih luas, tidak hanya di Indonesia tapi global,” ujarnya.

Sementara itu kepala bidang kerjasama dan hubungan Internasional YPI Nurul Fariq mengatakan mereka terdiri dari 2 guru, 3 pelajar SMP dan 5 pelajar SMA. Pihaknya akan mengajak mereka ke berbagai tempat menarik di Provinsi Banten. Sehingga mereka bisa mengetahui perkembangan kebudayaan dan sistem kurikulum pendidikan di YPI.

“Jadi selama tiga hari ini kami mengajak mereka keliling Banten kemudian kunjungan ke sekolah dan kampus di Banten terutama di YPI. Nanti kami bergantian akan persentasi soal profil sekolah, medote pengajaran proses belajar mengajar di Banten,” ujarnya.

Nochnakab Noch guru Thailand Matthayom Watnairing School mengaku senang bisa mengunjungi Indonesia, terutama Provinsi Banten. Ia ingin mengetahui tradisi-tradisi warga Banten. Dan ingin mengetahui pariwisata di Banten serta bahasa-bahasa di Banten. “Jadi kami ingin menggali banyak informasi terkait kebudayaan dan sistem kurikulum pendidikan di Provinsi Banten,” ujarnya.